Rabu, 23 Mei 2012


Tiket Inter Milan ke Indonesia Secara Online


Pembelian tiket Inter Milan ke Indonesia bisa secara online melalui link di bawah:

http://tiket.interclubindo.com/

untuk kelas Tribun: 75.000
untuk kelas 2: 150.000 

Rencananya tiket online akan dibuka sampai tanggal 10 Mei 2012.


Rencana Jadwal INTER di Tanah Air:

23 Mei 2012: La Benemata menginjak kakinya di Soekarno-Hatta
24 Mei 2012: Timnas U-23 vs Inter Milan (19:00 WIB)
25 Mei 2012: Coaching Clinic bersama Il Capitano dkk, Meet and Greet, Mereka juga tampil di acara Dahsyat dan acara Indonesian Idol
26 Mei 2012: Tim Indonesia Selection vs Inter Milan (19:00 WIB)
27 Mei 2012: Kembali ke Milano dan atau pemain2 INTER lainnya pulang liburan ke kampung halamannya masing masing. 


Pemain yang datang:
  1. Julio Cesar
  2. Javier Zanetti
  3. Lucio
  4. Walter Samuel
  5. Yuto Nagatomo
  6. Dejan Stankovic
  7. Ricardo Alvarez
  8. Esteban Cambiasso
  9. Diego Forlan
  10. Diego Milito
  11. Luc Castaignos
  12. Luca Castellazzi
  13. Paolo Orlandoni
  14. Paolo Tornaghi
  15. Juan Jesus
  16. Ivan Cordoba
  17. Maicon
  18. Cristian Chivu
  19. Marco Faraoni
  20. Fredy Guarin
  21. Angelo Palombo
  22. Andrea Poli
  23. Joel Obi
  24. Lorenzo Crisetig
Paket Tiket Meet and Greet (25 juta) 

Termasuk:
  1. 1 buah iPhone 4S 16GB
  2. Makan malam bersama 4 pemain Inter
  3. Jersey asli Inter
  4. Photo Session dengan pemain Inter
  5. 1 tiket VIP Barat untuk tanggal 24 Mei 2012
  6. 1 tiket menonton latihan pemain Inter
  7. 10 tiket Inter Village

Hubungi: (021) 90473804, 90475743, 91670113, 91645470, 91628529

Tiket Coaching Clinic 25 Mei 2012 (3 juta)

Tiket Training Pemain Inter (500 ribu)

Buat Interisti semua segera beli tiketnya demi suksesnya acara Inter Indonesia Tour 2012 !!
Kapan lagi kita akan menyaksikan laga tim kesayangan kita secara langsung !! 
Biru Hitamkan GBK !!!
Forza INTER !!! 

Berikut agenda Inter di Jakarta:


Rabu. 23 Mei 2012
10.15: Pemain dan staf pelatih yang berjumlah 38 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta untuk memulai rangkaian Inter Indonesia Tour 2012.
11.30: Seluruh anggota rombongan Inter menginap di Hotel Mulia yang terletak di kawasan Senayan.
12.30: Jumpa pers Inter. Keterangan pers pertama setibanya di Jakarta. Acara dihadiri pelatih kepala dan satu pemain.
14.00-15.00: Managers meeting
17.30-18-30: Sesi latihan di SUGBK. Latihan pertama di Jakarta. Sesi ini terbuka untuk media dan penonton yang sudah membeli tiket latihan.

Kamis, 24 Mei 2012
10.00: Menghadap Menpora. Seluruh rombongan Inter, mulai pelatih hingga pemain, ikut dalam kunjungan ke Kantor Kemenpora. Rombongan ini dipimpin Ernesto Paolillo, CEO Inter.
19.00: Liga Selection vs Inter. Laga persahabatan pertama di Jakarta digelar. Inter akan menghadapi Liga Selection, tim gabungan pemain klub IPL, baik asing dan lokal.
21.00: Jumpa Pers usai laga

Jumat, 25 Mei 2012
09.30: Coaching clinic. Sesi ini untuk peserta yang sudah mendaftar, ditambah pemain dari Liga TopSkor U-13. Dihadiri pelatih kepala plus empat pemain Inter.
10.00: Berkunjung ke panti asuhan. Aktivitas sosial ini berlangsung di Panti Dwituna Rawinala. Terdapat dua pemain dan dua ofisial klub Inter dalam agenda tersebut.
17.30: Sesi latihan di SUGBK. Latihan kedua selama Jakarta. Sesi ini terbuka untuk seluruh media dan penonton yang sudah membeli tiket menyaksikan latihan.
20.00: Berkunjung ke Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia. Kunjungan ini dimaksudkan untuk temu akrab antara tim Italia dan kedutaan “Negeri Pizza” ini di Indonesia. Seluruh rombongan Inter Tour hadir.

Sabtu, 26 Mei 2012
14.30: Berkunjung ke Roemah Djawa. Kunjungan ini untuk melihat salah satu bangunan cagar budaya asli Indonesia. Agenda ini akan diikuti CEO Inter dan keluarga Presiden Inter. tertutup
19.00: Timnas U-23 vs Inter
21.00: Jumpa pers usai laga

Minggu, 27 Mei 2012
Manajemen dan pemain Inter Milan kembali ke Italia.

Sabtu, 12 Mei 2012

Ivan Cordoba Ingin Jadi Pelatih Nerazzurri


Ivan Cordoba bisa dibilang sebagai salah satu pemain paling setia yang dimiliki Inter Milan. Bergabung pada 1999, Cordoba akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dan meninggalkan I Nerazzurri musim panas nanti.
Ivan Cordoba Ingin Jadi Pelatih Inter MilanTribut kepada sang pemain pun dilakukan pada Derby della Madonnina melawan AC Milan beberapa waktu lalu. Cordoba mengungkapkan, Inter adalah tim yang sangat berarti bagi dirinya.
"Momen itu sungguh tidak terlupakan (Tribut saat derby dan memenangi laga). Aku sangat emosional saat itu. Semua rasa bahagia dan sedih bercampur. Bola pada laga tersebut aku ambil dan ditandatangani oleh semua rekan satu tim. Sekali lagi terima kasih kepada semua yang telah mendukungku di Inter. Semua ini adalah bagian dari mimpi indah yang sempurna," ujar Cordoba.
Bek berusia 35 tahun ini juga mengungkapkan kemungkinannya untuk masuk ke dalam staf kepelatihan iI Nerazzurri.

Good Bye Ivan Cordoba


serie-aKemenangan Inter Milan atas AC Milan di derby Della Madoninna menjadi laga perpisahan bagi bek veteran Ivan Cordoba. Di laga ini pemain yang sudah tiga belas tahun membela Inter memutuskan untuk pensiun. Selama membela Inter, Ivan Cordoba sudah bermain 454 laga dengan menymbang 18 gol.

Dalam laga perpisahan bersama Inter, Cordoba mengaku senang. Apalagi, saat melawan Milan timnya meraih kemenangan yang cukup menyakinkan dan Pelatih Andrea Stramaccioni memberikan dia kesempatan bermain pada babak kedua, sebagai apresiasi atas loyalitasnya terhadap klub selama ini.

Usai pertandingan Cordoba menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua orang. Termasuk kepada Inter yang memberikannya kesempatan mengakhiri karier dengan bermain dan meraih kemenangan. Selain itu Codoba juga berterima kasih kepada fans, keluarga, dan dengan kemenangan yang indah.

Hanya saja Cordoba sebetulnya tidak mudah membuat keputusan meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya di jagatsepakbola Eropa. namun dirinya tetap senang bisa mengakhiri cerita bersama Inter seperti ini.

Tidak lupa juga dia berterima kasih kepada Presiden Moratti karena sudah memberikan mereka kesempatan untuk bermain dengan Inter selama ini.

Cordoba sadar dirinya akan diberikan kesempatan bermain untuk terakhir kalinya di laga melawan Milan. Namun, dia pun mengaku tak menuntut banyak dari pelatih untuk memiliki waktu bermain lebih lama.

Setelah memutuskan pensiun, Cordoba belum memutuskan masa depannya. Namun, dia memiliki harapan masih memiliki peran di salah satu manajemen Inter.

"Aku selalu mengatakan ingin memberikan kontribusi untuk klub ini, tapi kita lihat nanti. Sekarang, keluargaku layak mendapat waktu bersamaku. Ini adalah awal dari bab lain. Terima kasih. Terima kasih semua," tutup 

Senin, 02 April 2012

Inter Milan Bakal Bangkit Bila Dilatih Roberto Baggio



Meskipun Presiden Inter Milan Massimo Moratti masih menjamin karir Claudio Ranieri, namun wacana tentang suksesi pelatih Nerazzurri masih saja bergulir. Sejumlah nama pun dimunculkan sebagai kandidat pengganti Claudio Ranieri apabila nantinya benar-benar dipecat.
Salah satu kandidat yang mencuat adalah Roberto Baggio. Ada yang bilang, legenda Italia ini akan menjadi asisten jika Inter Milan mempercayakan posisi pelatih kepada Pep Guardiola. Namun, ada juga yang yakin bahwa The Little Buddha akan lebih cemerlang sebagai pelatih utama.
Agen sang legenda, Antonio Caliendo, menolak tegas jika Roberto Baggio hanya diposisikan sebagai asisten pelatih, bahkan untuk pelatih sekaliber Pep Guardiola yang berkibar bersama Barcelonasekalipun.
“Saya tahu bagaimana (Roberto) Baggio dan dia tidak akan mau menjadi asisten pelatih siapapun!” tegas Antonio Caliendo pada Radio Sportiva.
Roberto Baggio Saat Membela Inter Milan
Antonio Caliendo yakin, Roberto Baggio akan kembali membawa Inter Milanpada kesuksesan jika ia dipercaya melatih Javier Zanetti dan kawan-kawan. Bahkan, sang agen menyebut bahwa kliennya bisa sehebat Antonio Conte yang kini menjulang bersama Juventus.
“Saya meyakini dia akan menjadi pelatih yang hebat untuk tim yang hebat. Jika dia menangani Inter Milan, dia bisa melakukan yang sama hebatnya seperti Antonio Conte di Juventus!” tandas Antonio Caliendo.
Roberto Baggio yang kini berusia 45 tahun memutuskan pensiun sebagai pemain bola pada 2004. Sejumlah klub pernah dibelanya, termasuk Inter Milan pada era 1998-200. Selain itu, pengemas 56 capsuntuk timnas Italia ini juga pernah bermain untuk Vicenza, Fiorentina, Juventus, AC Milan, Bologna, hingga menutup karir di Brescia.

Minggu, 25 Maret 2012

Persaudaraan Sampai Mati Interisti-Laziale (Gamellaggio Lazio-Inter)

Sebuah Catatan Panjang Sejarah dan Kejadian Dramatis!




Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Milano, 23 April 2011. Menjelang laga Inter vs Lazio di pekan-pekan terakhir yang krusial di Serie A musim 2011/2012. Lazio sedang bersaing keras dengan Udinese untuk mengamankan tempat di UCL dan Inter sedang berjuang keras menghidupkan asa scudetto yang hampir pasti diraih AC Milan. Ketika kedua tim memasuki lapangan, dari salah satu bagian stadion puluhan flare warna biru langit dinyalakan, disusul pekikan ribuan orang: “A Roma Ce Solo Lazio” atau “Di Kota Roma Hanya Ada Lazio”. Kita yang hanya menyaksikan lewat televisi tentu mengira itu adalah ulah suporter Lazio. Sebenarnya bukan, flare dan teriakan itu justru dilakukan dari Curva Nord Stadio GM oleh puluhan ribu Interisti yang tergabung dalam Boys SAN dan beberapa kelompok ultras Inter lainnya. Baru setelah itu dari sisi Irriducibili Lazio dinyalakan flare warna biru gelap (warna Inter) dan para Laziali meneriakkan “Forza Inter Ale”. Itu adalah ritual selamat datang dari Interisti untuk Laziali dan tanda persahabatan Laziali bagi Interisti. Ritual itu sudah berusia lebih dari satu dekade sejak kedua kelompok suporter ultras menjalin gamellaggio (twinning, persaudaraan). Di Stadio Olimpico, ritual dilakukan sebaliknya. Irriducibili Lazio menyalakan flare biru gelap disertai teriakan “Forza Inter Ale” dan dibalas oleh Interisti dengan flare biru langit dan teriakan “A Roma Ce Solo Lazio.”

Mengapa kita bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama? Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu.

Takdir Mulai Saat Kelahiran

SS Lazio dibentuk tahun 1900 oleh para politisi dan usahawan berhaluan politik kanan dan anti-Yahudi serta berbasis pendukung kaum terpelajar dan kalangan menengah-atas Roma. Kelompok berhaluan serupa juga lah yang mendirikan Inter saat melepaskan diri dari AC Milan tahun 1908.

Saat diktator fasis Benito Mussolini berkuasa di Italia, dia memerintahkan semua klub di kota Roma di-merger menjadi AS Roma tahun 1927. Semua mematuhi, kecuali SS Lazio yang menentang dan tetap berdiri sendiri. AS Roma dikuasai oleh golongan kiri dan didukung oleh kelas buruh dan masyarakat Yahudi (kelompok serupa yang mendukung AC Milan). Di kota Milan, Mussolini melakukan hal yang sama, dan Inter melakukan penentangan yang sama sehingga sementara harus berganti nama menjadi Ambrosiana Milano. Sejarah awal ini telah menyemai ikatan antara SS Lazio dan Inter serta menempatkan AS Roma dan AC Milan pada pihak yang berseberangan. Lokasi yang sama di Curva Nord (Lazio dan Inter) dan di Curva Sud (AS Roma dan AC Milan) makin mempertajam perbedaan ini. Dan, tentu saja, faktor lokasi di Kota yang sama menjadikan persaingan Lazio-Roma menjadi semakin memanas. Lazio dan pendukungnya merasa sebagai yang pertama di Roma, sedangkan AS Roma menganggap dirinya satu-satunya klub yang menyandang nama kota.

Persaingan ini sedemikian panasnya, sehingga Derby della Capitale (SS Lazio vs AS Roma) dinobatkan sebagai derbi paling panas di Italia bahkan di Eropa, melebihi Derby della Madoninna (Inter vs Milan), Derby Manchester (MU vs Manchester City) bahkan mengungguli El Classico (Barcelona vs Madrid). Kalau Interisti dan Milanisti hanya panas di dunia maya tetapi bersahabat di dunia nyata, Laziali dan Romanisti berseteru dalam arti sebenarnya, di dunia maya maupun di dunia nyata. Hampir tak pernah terjadi Derby della Capitale tanpa kerusuhan. Tercatat beberapa nyawa melayang dan ratusan orang telah terluka karena derbi ini. Derby della Capitale adalah “neraka” sepakbola Italia.

Gamellaggio Lazio-Inter

Persaudaraan ini terjadi sepanjang sejarah. Tak pernah ada catatan insiden antara Laziali dan Interisti. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua kelompok suporter ini selalu rukun. Gamellaggio secara formal terjadi saat kedua suporter bertemu dalam final UEFA Cup tahun 1998 di Paris yang dimenangkan Inter dengan 3-0. Sikap ksatria Irriducibili Lazio dan sikap simpatik Boys SAN Inter membuat kedua suporter mendapatkan penghargaan fair play dari UEFA. Dan saat itu tercapailah kesepakatan persaudaraan antara Laziali dan Interisti yang makin menguat hingga hari ini.

Inilah beberapa kejadian unik yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter:

Nasib Tragis Zaccheroni, 5 Mei 2002

Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.

Stadio Giuseppe Meazza Tanpa Banner dan Flare, 5 Desember 2007

Pada tanggal 11 November 2007, seorang DJ terkenal di kota Roma, Gabriele Sandri, seorang pendukung ultras Lazio, menjadi korban tak berdosa dalam kerusuhan antara sekelompok suporter anarkis Juventus dan kepolisian kota Roma. Sandri tertembak di bagian belakang kepalanya oleh polisi. Kerusuhan pun meledak, menuntut keadilan. Tidak hanya karena para Laziali menyerang kantor polisi Roma, tapi juga di Milano, oleh Interisti menyerang kantor polisi Milano menunjukkan solidaritasnya. Untuk menghormati Sandri, Inter menunda pertandingan Inter vs Lazio di Stadio Giuseppe Meazza yang seharusnya digelar 14 November menjadi tanggal 5 Desember 2007. Saat pertandingan berlangsung, Boys SAN Inter memprakarsai mengheningkan cipta selama 5 menit di stadion untuk menghormati Sandri. Dan malam itu, di Curva Nord Giuseppe Meazza, tempat para Interisti, sama sekali tidak terlihat sepotong pun spanduk, banner ataupun sebuah flare pun yang mereka nyalakan. Kelompok-kelompok ultras Inter hanya membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan warna biru langit berlatar belakang biru gelap bertuliskan: “Gabriele Sandri, Kau Akan Selalu Berada di Hati Kami”.

Korban Berikutnya, Jersey No 12 SS Lazio, Minggu, 2 Mei 2010

Stadio Olimpico Roma dipenuhi pendukung Lazio dan Inter yang menantikan pertandingan Serie A giornata 36 musim 2009/2010. Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Bagi inter, memenangi pertandingan ini akan mempermudah meraih Scudetto, dan akan mengambil alih poisisi cappolista dari AS Roma yang sementara unggul 1 poin. Bagi Lazio memenangi pertandingan ini akan lebih mengamankan diri dari kemungkinan degradasi ke Serie B, karena saat itu Lazio berada di posisi 17 dan hanya terpaut 4 poin dari zona merah.

Ritual gamellagio seperti pada pembuka tulisan ini pun dilakukan. Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah banyak bendera Inter dan spanduk-spanduk pemberi semangat bagi Inter dikibarkan oleh Irriducibili Lazio. Yang paling mencengangkan tentu saja sebuah spanduk para Laziali yang ditujukkan kepada para pemain Lazio sendiri: "Kalau sampai menit ke 80 Lazio unggul, kami akan masuk ke lapangan!" Spanduk ini disita polisi tak lama kemudian tetapi muncul spanduk-spanduk lain yang tak kalah mengerikan: "Nando (maksudnya Fernando Muslera), biarkan bola melewatimu, dan kami akan tetap menyayangimu." "Zarate, satu gol saja kau cetak, kami paketkan kau ke Buenos Aires." Rupa-rupanya para pendukung Lazio ingin agar Inter mengalahkan timnya malam itu, untuk melicinkan jalan Inter menuju scudetto. Mereka lebih memilih risiko Lazio turun ke Serie B daripada Roma yang memperoleh scudetto.

Suasana pertandingan pun menjadi sangat aneh. Lazio sama sekali tidak memperoleh dukungan fans-nya sendiri walaupun bermain di Olimpico. Sebaliknya Inter sebagai tamu justru memperoleh dukungan luar biasa. Setiap kali pemain Inter menguasai bola, para Laziali berteriak, "Biarkan mereka lewat!" Malam itu portiere Lazio, Fernando Muslera, bermain sangat gemilang. Tak kurang dari 10 penyelamatan luar biasa dilakukannya. Tiap kali Muslera menggagalkan gol Inter, teriakan cemoohan pun berkumandang ke arahnya. Akhirnya pada injury time babak pertama, tandukan Walter Samuel mengubah skor menjadi 0-1. Stadion bergelegar dan muncul spanduk ejekan dari Laziali bertuliskan, "Oh, Noooo Roma!" dan, "Scudetto Game Over, Roma!"

Di babak kedua mental pemain Lazio (kecuali Muslera yang tetap bermain gemilang) pun runtuh. Kesalahan demi kesalahan dilakukan dan membuat Thiago Motta menggenapkan kemenangan Inter menjadi 0-2 di menit ke 70. Di akhir pertandingan, para pemain Lazio meninggalkan pertandingan dengan sedih dan marah karena merasa “dihianati” Laziali. Presiden Roma, Rosella Sensi mengecam habis-habisan ulah Laziali tersebut. Jose Mourinho hanya berkomentar pendek, "Saya belum pernah menyaksikan yang seperti ini." Asisten pelatih Lazio mengakui bahwa anak asuhnya sangat terpengaruh oleh suasana stadion dan tidak bisa menampilkan performa terbaiknya.

Inter akhirnya merebut scudetto 2009/2010 dengan keunggulan 2 poin atas AS Roma. Syukurlah, Lazio mampu memenangi 2 laga sisa, terhindar degradasi dan menempati posisi akhir klasemen di urutan ke 12. Insiden ini membuat presiden Lazio, Claudio Lotito marah besar. Tahun 2003 Lazio memutuskan untuk mengistirahatkan jersey no. 12 sebagai penghormatan pada Irriducibili Lazio sebagai "pemain ke 12". Tetapi karena kejadian ini (ditambah lagi dengan kehadiran politisi lawan Lotito di tribun Irriducibili Lazio beberapa pertandingan sebelumnya) maka jersey no. 12 ditarik kembali dari peristirahatannya dan pada musim 2010/2011 dipakai oleh portiere kedua Lazio, Tomasso Berni. Musim 2011/2012 jersey no 12 dipakai oleh difensore Marius Stankevicius. Satu bukti lagi, bahwa bagi Irriducibili Lazio, persahabatan dan solidaritas adalah yang terpenting.

Kawan dan Rival Bersama, Bagaimana di Indonesia?

Sejarah telah berbicara, dan akhirnya menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama Lazio dan Inter. Di Indonesia, gamellagio Lazio-Inter ini masih sangat kurang terasa. Tak jarang Laziali dan Interisti justru terlibat perdebatan panas di berbagai grup dan fanpage. Padahal di Italia, persaudaraan ini demikian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Yang telah ada adalah menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama. Satu keanehan lagi di Indonesia, Milanisti dan Juventini cenderung bersahabat, sementara di Italia, mereka berdua adalah rival.

(Dari berbagai sumber: forum LaCurvaNord, LazioForever, ForzaInterForums, UltrasLazio dan IrriducibiliLazio).

Penulis asli:Galuh Lazialita Biancocelesti

Selasa, 13 Maret 2012

Cara Membuat sekaligus Menambahkan Widget Share Melayang di Blog

Salam Sobat Interisti. !!
Banyak cara untuk mendapatkan trafic  pengunjung blog kita semakin banyak dan bertambah setiap harinya. salah satunya dengan bantuan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google+ dan masih banyak lagi yang lainnya yang kian harinya semaikin berkembang. Dan fasilitas inilah yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin.
keuntungan yang didapat, artikel blog kita akan dishare oleh para pengunjung kita dan menyebabkan trafic rank kita bakal naik juga tidak lupa untuk mempererat tali silaturahmi  hehehe . . .
Lalu bagaimana caranya agar Widget Share Sosial bookmarking ini dapat melayang pada blog kita?? Yappz sangat mudah sekali dan ikutilah langkah-langkahnya berikut :

1. Seperti biasa Agan buka akun blog'a utk login
2. Pilih "Design/Rancangan"
3. Lalu Klik "Add a/tambah Gadget"
4. Kemudian Pilih dan Klik "HTML/Javascript"
5.Kemudian silahkan Agan Copy Script Widget di bawah ini dan Pastekan pada "HTML/Javascript"



Enjoy This !!
 
Template by : Anas Anshori Template | copyright@ 2014 | Design by : anaz10zack